Tampilkan postingan dengan label gosip. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gosip. Tampilkan semua postingan

Jessica Dijauhi Teman Dan Rekan Kerjanya Di Kalangan Artis

Apa benar Jess Di jauhi kalangan artis??




Siapa yang nggak tahu Melaney Ricardo dan Ayu Dewi yang di gadang-gadang menjadi sahabat dekat Jess, selama ini. Ya, di tengah kasus batal nikah, kini sahabat-sahabatnya menjauh.

Belum lama ini, publik di buat geger akan statement dari Melaney yang menggatakan "Putus Hubungan Pertemanan" dengan Jessica Iskandar. Entah karena faktor apa, apa mungkin karena bersuamikan bule juga?


Ya, pengakuan itupun menjadi mengingatkan dengan pengakuan Ayu Dewi sebelumnya yang diucapkan di acara musik pagi.

"Nggak pernah ngobrol, nggak pernah mau cari tahu juga tentang Jessica" ujarnya.

Foto Anak Jessica Terbongkar Media

Foto Anak Jessica Terbongkar Media??




Teka-teki penyembunyian bayi akhirnya terbongkar, setelah kabar Jessica menjual foto nya senilai lima ratus juta. Ya, kini publik menjadi sangat jelas akan keberadaan bayi itu. Apalagi mengingat tempo dulu, Jessica menampakan sosok bayi itu di privat pesta Rafi dan Gigi di Bali.

Walaupun secara tak di sengaja namun sosok itu tampak jelas. Namun foto wajah bayi bule itu jelas terpampang di sana.

Ya, seperti pepatah, sepandai-pandainya tupai melompat pastinya akan jatuh juga. hehe




Ludwig Pakai Kaos I Love Jessica!

Apa Benar??
Ludwig Pakai Kaos 

I Love Jessica?



Kali ini Ludwig seperti memberikan sinyal. Entah apa dasar dia melakukannya ya. Berita ini sudah menyebar ke berbagai media. Bahkan kemesraan Ludwig dan Jessica pun sebelumnya sudah menggegerkan publik.

Kasus Batal Nikah yang terus bergulir perlahan-lahan justru menguak fakta kebersamaan yang dimiliki Ludwig Franz dan Jessica.

Berbulan-bulan menutup diri perihal sosok suami dan anak, Jessica akhirnya tak lagi sembunyi-sembunyi. Lewat account jejaring sosialnya, Jeje bahkan sudah berbagi foto sang Pewaris Tahta Kerajaan, meski hingga kini masih terus menutupinya.

Tes Keperawanan di Polri! Itu Serangan Seksual, Komnas Perempuan

Apakah Anda Setuju 

dengan statement

itu??





Jakarta - Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) meminta agar Kapolri Jenderal Sutarman segera mengeluarkan kebijakan untuk memastikan tidak ada lagi toleransi terhadap praktik tes keperawanan terhadap calon Polisi Wanita (Polwan). Tes keperawanan disebut Komnas Perempuan sebagai tindak serangan seksual yang merendahkan derajat manusia dan diskriminatif terhadap perempuan.


"Komnas Perempuan menyerukan agar Kapolri segera mengeluarkan kebijakan tertulis untuk memastikan tidak ada toleransi terhadap praktik tes keperawanan," tulis Ketua Komnas Perempuan, Yuniyanti Chuzaifah dalam siaran pers yang diterima detikcom, Jumat (21/11/2014).



Tes keperawanan ini dinilai Komnas Perempuan menjadi praktik diskriminatif karena dilatari oleh prasangka berbasis gender yang merendahkan perempuan. Yuniyanti juga menyebut bawa tes tersebut tidak memiliki kemanfaatan medis untuk menentukan kondisi kesehatan seseorang, melainlan lebih lekat pada prasangka mengenai moralitas perempuan dan dapat menimbulkan trauma bagi yang mengalaminya.



"Tes keperawanan adalah tindakan memeriksa kondisi selaput dara yang kerap direkatkan dengan asumsi pernah tidaknya seorang perempuan melakukan hubungan seksual. Kondisi selaput dara dengan gampang dijadikan pembeda antara 'perempuan baik-baik' dan 'perempuan nakal'. Stigma 'perempuan nakal' sangat kuat di tengah aparat dan masyarakat yang kurang memiliki pemahaman bahwa ketidakutuhan selaput dara bukan saja akibat hubungan seksual," jelas Yuniyanti dalam pernyataan Komnas Perempuan itu.



"Stigma ini semakin kuat terutama di kalangan yang kurang memiliki kepekaan dan empati kepada perempuan korban perkosaan dan eksploitasi seksual. Budaya menghakimi moralitas dan perempuan korban kekerasan seksual dalam konteks ini mengemuka dalam perbedaan pernyataan di tubuh kepolisian ketika dihadapkan dengan pertanyaan tentang tes keperawanan," imbuhnya.



Membiarkan praktik diskriminatif sepeti tes keperawanan ini disebut Yuniyanti sebagai pengingkaran jaminan konstitusi pada hak warga negara. 



"Sebab budaya penghakiman moralitas dapat memutus akses pekerjaan bagi perempuan korban kekerasan seksual, tes ini juga berpotensi melanggar Pasal 27 ayat 2 dan Pasal 28D Ayat 2 tentang hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak. Tes serupa hampir tidak mungkin dilakukan terhadap laki-laki, baik karena anatomi tubuhnya maupun karena secara sosiologis simbol kesucian dibebankan kepada perempuan, bukan laki-laki," papar Yuniyanti

Jokowi Masuk Kategori Voting Person of The Year Majalah TIME






Berita ini tidak serta mereka muncul begitu saja. Dalam prosesnya, kedua bapak Besar ini bersaing sulit untuk di prediksi bisa menjadi Person Of The Year. 



Namun, Semua menjadi nyata, ketika sang  "Editor" majalah TIME akan memilih Person of The Year dengan cara menggelar voting terbuka. Nama Joko Widodo pun masuk dalam voting dan disandingkan dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.


Seperti yang tampak dalam situs time.com, Jumat (21/11/2014), foto wajah pria yang akrab disapa Jokowi itu terpampang mengenakan kemeja putih dan disandingkan dengan Narendra. Di bawah foto Jokowi tertulis keterangan mengenai profil singkat.

"Presiden Indonesia, mantan penjual furniture yang dikenal dengan nama Jokowi, adalah pemimpin negara pertama yang tidak berasal dari kaum elit," tulis TIME dalam profil singkat Jokowi.

FAKTA Bentrokan Antara TNI-Brimob Di Batam



"Wartawan jangan coba-coba masuk," bentak seorang petugas berpakaian loreng yang membawa senapan laras panjang di depan UGD.

Sementara itu, ambulans yang membawa korban tembakan masih berada di depan UGD. Ambulans tersebut berasal dari Yonif 134 Tuah Sakti TNI AD. Hingga saat ini, belum dapat dipastikan apakah korban yang diantarkan ambulans itu dalam keadaan luka atau tewas.

Dari berita sebelumnya, oknum TNI Yonif 134 dan oknum Brimob terlibat bentrok sejak Rabu pagi. Kemudian, upaya proses damai telah dilangsungkan pada Rabu sore, yang difasilitasi Wakil Gubernur Riau Soerya Respationo.

Upaya damai tersebut belum berhasil karena terjadi berondongan tembakan terhadap Mako Brimob hingga berlangsung tengah malam.

"Tidak ada korban. Mereka hanya menembak ke atas. Di lokasi sudah ada Danrem dan Kasat Brimob yang berusaha menenangkan masing-masing anggotanya," ujar Tedjo.


Rentetan tembakan sejak sore Rabu (19/11) hingga malam memang membuat hati berduka. Bukan musuh negara yang dilawan dengan senapan, melainkan saudara sendiri. Brimob dan TNI AD kembali terlibat bentrok karena ada prajurit yang adu tatap saat beli BBM.

Damai kemudian dirajut. Wagub Kepri, Dandim, Danrem, hingga Polda Kepri berikrar damai. Entah mengapa, puluhan pria berpakaian preman memanggul senjata dan menembakkan senjata ke udara di depan Mako Brimob. Entah siapa mereka, bebas memiliki senjata dan membawa-bawanya. Rakyat yang berkerumun pun bubar seketika, hanya menatap dari kejauhan.

Tak heran, sore itu Mendagri Tjahjo Kumolo mengirim pesan singkat ke KSAL Laksamana Marsetio. Dimohonkan bantuan agar Marinir bisa turun sebagai penengah. Pasukan Marinir sempat datang dan melakukan evakuasi ke Mabo Brimob.

Tapi ya itu tadi, senapan masih menyalak ke udara. Pangdam Bukit Barisan Mayjen Winston Simanjuntak pun mesti berteriak dengan pengeras suara. Dia meminta mereka kembali ke barak. Tak lagi mengumbar senjata.

Semoga saja, para prajurit yang baik hati yang katanya berhati merah putih untuk NKRI bisa menyudahi emosinya. Senjata yang digunakan bukan untuk membunuh saudara sendiri. Bukan juga untuk membunuh rakyat.

"Seharusnya melindungi masyarakat, malah berantem," komentar Menko Polhukam Tedjo Edhie.